REKAP GRAND FINAL PINC 2020: MATCH 14 – Sumut Meta Tutup Pertandingan dengan WWCD!

Pertandingan menuju gelaran puncak menjadi target bagi beberapa tim, namun ada juga tim-tim yang tetap bermain ngotot meski tidak memiliki asa juara di babak Grand Final PINC 2020.

Kehadiran tim-tim terbaik di kelasnya membuat tensi pertandingan lebih panas dari sebelumnya. Setelah bergulirnya map Sanhok, kini pertandingan ke-14 diwarnai dengan kehadiran map pertama sekaligus terlaris di PUBG Mobile yaitu Erangel.

Sengitnya pertarungan sudah terasa di awal-awal pertandingan ketika Siren Esports mulai melakukan sweeping ke arah Factory Oil dengan membunuh punggawa Sumut Meta dengan tangan kosong.

Selanjutnya, ION Esports yang berusaha memastikan posisi juara juga tidak kalah ngotot dalam bermain. Puncaknya, kejutan hadir ketika sang pesaing terdekat sekaligus juara bertahan, EVOS Esports gagal mengamankan posisi 5 besar.

EVOS Esports justru harus menyerah di urutan ke-12 sekaligus membuka asa juara dengan masih bertahannya ION Esports. Semakin mengecilnya zona membuat tim memilih dan memilah lokasi yang sekiranya strategis untuk peperangan.

Alhasil, pemilihan lokasi memang menjadi faktor penting. Strategi dan frag grenade dikeluarkan oleh masing-masing tim, setidaknya posisi 5 besar menjadi perebutan sengit.

Setelah menekuk Capital9 Esports, ION Esports mampu mengamankan posisi 5 besar dan membuka keran juara. Meski demikian, Sumatera Utara Meta yang dinaungi Team Morph mampu memenangkan pertandingan.

Total 15 kill dibukukan oleh Sumut Meta yang mana SUaneMETA menjadi inisiator handal dengan torehan 7 kill. Pertandingan terakhir ini sekaligus memastikan ION Esports sebagai juara dengan total poin sebanyak 200.